Jumlah Pengunjung

899327
Today
Yesterday
This Month
849
776
18041


Dalam majalah Focus On The Family, edisi Oktiber 1994, ada sebuah artikel karya Cyhthia Ulrich Tobias yang menarik perhatian saya. Artikel tersebut berjudul The Way They Learn. Ny. Tobias menjelaskan bahwa ada empat gaya atau cara kita belajar (menangkap pelajaran) dan ia mendasarkan pokok pikirannya itu pada hasil riset Dr. Anthony F. Gregorc. Menurut Dr. Gregorc, ada dua hal penting yang perlu diketahui tentang bagaimanakah kita menangkap suatu pelajaran.

Pertama, adalah persepsi, yakni bagaimanakah kita menangkap sesuatu. Ternyata ada di antara kita yang lebih cepat menangkap sesuatu yang nyata atau konkret, dan ada yang lebih cepat menangkap sesuatu yang tidak kasatmata atau abstrak. Kedua, setelah kita menangkap suatu pelajaran atau informasi yang baru, ada di antara kita yang mengatur informasi yang baru itu secara berurutan dan ada yang mengaturnya secara acak. Anak yang bertipe berurutan biasanya menyukai metode belajar satu demi satu, sedangkan anak yang bertipe acak lebih menyukai metode belajar secara spontan, tidak harus berurutan. Nah, berdasarkan keempat konsep ini, Ny. Tobias menyusun empat gaya belajar agar orangtua lebih dapat memahami cara anak mereka belajar. Setiap anak sebenarnya memiliki kemampuan untuk menggunakan tipe yang lain namun biasanya anak mempunyi satu tipe yang dominan.

Anak yang bertipe Konkret Berurutan, biasanya mengalami kesulitan apabila ia diminta untuk menangkap suatu pelajaran yang bersifat abstrak dan yang memerlukan daya imajinasi yang kuat. Ia cenderung menangkap pelajaran yang dipresentasikan secara verbal dan yang dapat ia lihat. Dengan kata lain, ia membutuhkan banyak contoh atau peragaan dan semua ini disajikan dalam bentuk yang sistematis atau berurutan. Istilah kunci untuk anak yang bertipe Konkret Berurutan adalah ‘satu demi satu dan nyata’. Ia tidak bisa diburu-burui , sebab ia harus ‘mengunyah’ pelajaran atau informasi yang diterimanya satu persatu. Ini tidak berarti bahwa ia lebih lamban daripada anak lainnya. Keterpakuannya pada kerapian membuatnya sukar menangkap beberapa hal pada waktu bersamaan.

Anak yang bertipe Abstrak Berurutan dilengkapi Tuhan dengan kemampuan bernalar yang tinggi. Anak ini cenderung kritis dan analitis karena ia memilioki daya imajinasi yang kuat. Pada umumnya ia menangkap pelajaran atau informasi secara abstrak dan tidak memerlukan peragaan yang konkret. Biasanya ia bersifat pendiam dan menyendiri karena ia sibuk berpikir dan menganalisa. Ia pun lebih menyukai pelajaran atau informasi yang disajikan secara berurutan atau sistematis. Bagi anak ini, istilah kuncinya adalah, ‘satu demi satu dan imajinasi’.

Sebaliknya, bagi anak yang bertipe Abstrak Acak, pelajaran yang disajikan secara berurutan atau sistematik, tidaklah menarik. Cara belajarnya tidak teratur dan penjadualan sangatlah menyiksanya. Ia tidak terbiasa terpaku oleh pengajaran di dalam kelas; baginya semua pengalaman hidup merupakan pelajaran yang berharga. Istilah kunci untuk tipe ini adalah ‘spontan dan imajinatif’.

Anak yang bertipe Konkret Acak adalah anak yang penuh dengan energi dan ide-ide yang segar. Ia belajar banyak melalui panca-inderanya dan tidak terlalu tertarik dengan hal-hal yang memerlukan penalaran yang abstrak. Ciri praktisnya yang diperkuat oleh kemampuannya menerima palajaran secara acak membuatnya menjadi seorang anak yang penuh dengan ide-ide yang baru. Kesulitannya adalah melakukan hal-hal yang sama, sebab baginya hal ini sangatlah membosankan. Anak bertipe ini cenderung mengalami masalah dalam sistem pengajaran di sekolah karena ia bukanlah tipe penurut. Istilah kunci baginya adalah ‘spontan dan nyata’.

Sebagaimana kita dapat melihatnya, setiap anak (dan juga kita) belajar dengan cara yang berbeda. Sebagai orangtua atau pendidik, sangatlah penting bagi kita untuk mengenal cirri belajar anak kita. Pemahaman yang tepat sudah tentu akan menghasilkan buah yang optimal. Saya teringat kesaksian Pdt. Gordon McDonald akan caranya belajar. Ia berkata bahea dulu ia sering merasa tidak enak dengan dirinya sendiri seolah-olah ia kurang bertanggung-jawab sebab sulit sekali baginya memaksa diri untuk belajar atau mempersiapkan materi kotbah dari jauh-jauh hari. Walaupun ia sudah mendisiplinkan diri untuk itu, toh tetap tidak bisa. Waktu yang paling produktif baginya adalah pada malam menjelang jatuh tempo alias semalam sebelum berkotbah. Segala ide dan inspirasi seakan-akan muncul dengan bebasnya pada saat ia berada di bawah tekanan yang amat mendesak. Pdt. McDonald berujar bahwa pada akhirnya ia menerima kondisinya sebagaimana adanya dan malah memanfaatkannya secara efektif.

Sebagai penutup, di bawah ini akan dituliskan satu kuesioner yang dikembangkan oleh Ny. Tobias berdasarkan karya pikir Dr. Gregorc. Pembaca dapat mengisinya sendiri dan setelah itu mengisinya untuk anak Anda. Siapa tahu bermanfaat !

APAKAH GAYA ANDA ?
Paparkanlah kecenderungan Anda pada umumnya. Bubuhkanlah tanda cawang (v) pada kurung yang terletak di depan setiap kalimat yang paling mencerminkan kecenderungan Anda. Jawablah sebanyak-banyak kalimat-kalimat yang mencerminkan ciri-ciri Anda.

A. Konkret Berurutan
( ) Lebih suka melakukan sesuatu dengan cara yang sama.
( ) Paling cocok bekerja-sama dengan orang-orang yang tidak ragu-ragu dalam mengambil tindakan dengan segera.
( ) Lebih tertarik akan hal-hal yang nyata atau konkret daripada mencari-cari suatu makna yang tersembunyi.
( ) Lebih menyukai ruangan yang bersih dan rapi.
( ) Bertanya, “Bagaimanakah saya mengerjakannya?”

B. Konkret Acak
( ) Memecahkan masalah dengan kreatif.
( ) Bertindak tanpa pikir panjang.
( ) Paling cocok bekarja-sama dengan orang-orang yang dapatr mengikuti saya.
( ) Menyukai perubahan-perubahan di sekitar saya.
( ) Memilih hanya mempelajari hal-hal yang perlu diketahui.

C. Abstrak Berurutan
( ) Menginginkan sebanyak mungkin informasi sebelum mengambil suatu keputusan.
( ) Membutuhkan waktu yang cukup untuk mengerjakan suatu tugas dengan baik.
( ) Lebih suka menerima pesan-pesan atau penugasan dalam bentuk tulisan daripada lisan.
( ) Ingin tahu darimanakah orang itu mendapatkan faktanya.
( ) Bertanya, “Darimanakah saya bisa memperoleh lebih banyak informasi?”

D. Abstrak Acak
( ) Lebih suka mengecek dengan orang lain dulu sebelum mengambil keputusan akhir.
( ) Berusaha peka dengan perasaan orang lain.
( ) Mudah bekerja-sama dengan orang lain.
( ) Tidak merasa terganggu dengan ruang yang beraktakan.
( ) Meminta pendapat orang lain sewaktu merasa bimbang.
 

Daftar Konselor

Pdt. Yakub B. Susabda, Ph.D.
Esther Susabda, Ph.D.
Asriningrum Utami, M.Th.
Lanny Pranata, M.Th.
Siska Tampenawas, M.Th.
Lucia Indrakusuma, M.A.
Esther Gunawan, M.Th.
Esther Kurniawati, M.Th.
Vivi Handoyo, M.Th.
Debby M. Soeseno, M.Th.
Suherni Santoso, M.A.
Yohanna P. Siahaan, M.Th.
Yonathan A. Goei, Ph.D.
Sandra Mayawati, M.Th.
Suzanna Sibuea, M.Th.
Dan lain-lain.

Konseling Online

Jadwal Konseling Online
Senin-Jumat
(Kecuali Hari Libur)
10.30-12.00 WIB dan 20.00-22.00 WIB

Tentang Kami

Kontak Info

STT Reformed Indonesia (STTRI, dulu STTRII)
Jl. Kemang Utara IX/10, Warung Buncit
Jakarta Selatan, 12760
(Peta lokasi bisa dilihat/diunduh di sini.)

Telp            : (021) 7982819, 7990357
Fax            : (021) 7987437
Email          : reformed@idola.net.id
Website      : www.reformedindonesia.ac.id
    www.konselingkristen.org
Bank          : CIMB Niaga (Cabang Kemang)
No. Acc.     : 800073329000 (Rp.)
                      253.02.00081.001 (USD)
A/n              : Yayasan Lembaga Reformed Indonesia