Jumlah Pengunjung

966609
Today
Yesterday
This Month
643
720
18326


Alkitab menyaksikan bahwa career woman (istri atau ibu yang bekerja untuk mendapatkan penghasilan) bukanlah suatu aib. Bahkan wanita-wanita ideal yang diceritakan dalam Alkitab (Amsal 31:10-31 ; II Raja-raja 4:8-37 ; Kisah Para Rasul 18:3) adalah wanita-wanita karier yang bekerja dengan motivasi dan tujuan yang benar sebagai ‘penolong yang sepadan’ bagi suaminya. Maksudnya, mereka tidak bekerja untuk kesukaannya sendiri tetapi untuk kebahagiaan seluruh keluarganya. Tidak heran, jikalau hasil kerja mereka membuat suaminya duduk di pintu gerbang (menjadi orang ynag dipanuti) dan anak-anaknya berbahagia (Amsal 31:23,28) Meskipun demikian, Alkitab juga menyaksikan bahwa wanita sebagai istri dan ibu adalah homemaker (pencipta rumah-tangga). Sesuai dengan naturnya sebagai wanita yang mengandung, melahirkan, dan menyusui (natur yang tidak dimiliki pria), wanita secara khusus dipanggil untuk merawat dan menciptakan suasana yang kondusif untuk pertumbuhan setiap pribadi yang ada di dalam keluarganya. Sebagai penolong yang sepadan, ia juga memikul tanggung-jawab penuh untuk setiap kegiatan dalam rumah-tangga tersebut. Dengan perannya sebagai istri, ia menciptakan “home” yang sesungguhnya di mana setiap individu dalam keluarga tersebut tahu “peran (role)” apa yang harus dijalankan. Dan dengan nalurinya sebagai ibu, ia menciptakan suasana di mana “kasih, kelembutan, kengahatan, rasa memiliki dan dimiliki, dan rasa aman” betul-betul dialami dalam konteks yang tepat. Coba bayangkan jikalau hal-hal yang sangat dasar ini tidak menjadi pengalaman pribadi dalam konteks “home/rumah-tangga”. Dulu wanita tidak mengalami kesulitan berada di tengah peran ganda ini, tetapi sekarang khususnya di era globalisasi ini, peran ganda ini merupakan dilemma dalam kehidupan banyak wanita.*) Mereka seolah-olah harus memilih, dan pilihan apapun (menjadi career woman atau homemaker) selalu dirasakan salah. Banyak wanita terus-menerus menyimpan perasaan bersalah denga memilih yang satu dan “mengabaikan” yang lainnya. Dan perasaan bersalah tersebut ternyata tidak hilang meskipun pilihan tersebut didukung suami dan anak-anaknya. Career woman dan homemaker, kedua-duanya adalah abgian integral dari natur wanita. Wanita tidak dipanggil untuk memilih. Wanita dipanggil untuk hidup dengan kedua peran tersebut. Kematangan pribadi, fleksibilitas, dan kebijaksanaan memang menjadi syarat mutlak untuk mereka yang ingin menjadi istri dan ibu yang baik. Tuhan kiranya memberkati hati wanita yang masih rela untuk dibentuk. *) Ada delapan pilihan yang tersedia bagi wanita, yaitu : (1) menjadi traditional homemaker, dimana suami menghendaki istri tinggal di rumah, dan istri juga suka tinggal di rumah untuk domestic job ; (2) menjadi defiant homemaker, dimana suami ingin istri berkarier, tetapi istri maunya tinggal di rumah ; (3) menjadi submissive homemaker, dimana istri terpaksa mengalah terhadap suami, walaupun istri ingin berkarier, tapi ia rela tinggal di rumah ; (4) menjadi reluctant homemaker, dimana keduanya menginginkan istri bekerja, tapi kondisi tidak memungkinkan ; (5) menjadi defiant working wife, dimana suami mengalah karena istri berkeras mau berkarier ; (6) menjadi submissive working wife, dimana istri mengalah meskipun tidak suka, ia terpaksa bekerja karena kemauan suami ; (7) menjadi reluctant working wife, dimana keduanya ingin istri di rumah tapi kondisi memaksa ia untuk bekerja ; (8) menjadi contemporary working wife, dimana keduanya bekerja dan itulah yang mereka kehendaki.

Daftar Konselor

Pdt. Yakub B. Susabda, Ph.D.
Esther Susabda, Ph.D.
Asriningrum Utami, M.Th.
Lanny Pranata, M.Th.
Siska Tampenawas, M.Th.
Lucia Indrakusuma, M.A.
Esther Gunawan, M.Th.
Esther Kurniawati, M.Th.
Vivi Handoyo, M.Th.
Debby M. Soeseno, M.Th.
Suherni Santoso, M.A.
Yohanna P. Siahaan, M.Th.
Yonathan A. Goei, Ph.D.
Sandra Mayawati, M.Th.
Suzanna Sibuea, M.Th.
Dan lain-lain.

Konseling Online

Jadwal Konseling Online
Senin-Jumat
(Kecuali Hari Libur)
10.30-12.00 WIB dan 20.00-22.00 WIB

Tentang Kami

Kontak Info

STT Reformed Indonesia (STTRI, dulu STTRII)
Jl. Kemang Utara IX/10, Warung Buncit
Jakarta Selatan, 12760
(Peta lokasi bisa dilihat/diunduh di sini.)

Telp            : (021) 7982819, 7990357
Fax            : (021) 7987437
Email          : reformed@idola.net.id
Website      : www.reformedindonesia.ac.id
    www.konselingkristen.org
Bank          : CIMB Niaga (Cabang Kemang)
No. Acc.     : 800073329000 (Rp.)
                      253.02.00081.001 (USD)
A/n              : Yayasan Lembaga Reformed Indonesia