Hubungi kami

 

Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday442
mod_vvisit_counterYesterday934
mod_vvisit_counterThis week6110
mod_vvisit_counterLast week12339
mod_vvisit_counterThis month29934
mod_vvisit_counterLast month97427
mod_vvisit_counterAll days493629

We have: 6 guests, 3 bots online
Your IP: 54.234.156.131
 , 
Today: Aug 22, 2014
16
Feb
Konseling : Apa itu? PDF Print E-mail
Written by Yakub B. Susabda, Ph.D.   

Sampai sekarang, sebagian besar umat Kristiani di Indonesia masih belum memahami apa itu konseling. Mereka umumnya berpikir bahwa setiap hamba Tuhan dengan sendirinya dapat melakukan konseling. Bagi mereka konseling adalah pemberian nasehat sehingga mereka yang mempunyai pengertian dan pengetahuan akan kebenaran-kebenaran firman Tuhan dengan sendirinya dapat melakukan konseling. Padahal realitanya tidak demikian.

 

Counseling is a gift. Berarti hanya yang mempunyai talenta konseling dan spritual gift konseling dapat melakukan konseling yang sesungguhnya (Roma 12:8; I Kor 12:8-9). Talenta memang diberikan Tuhan bukan hanya kepada orang Kristen, tetapi spiritual gift hanya diberikan kepada orang-orang beriman untuk ikut membangun Tubuh Kristus.

 

Pemberian nasehat memang merupakan panggilan yang Allah berikan pada setiap orang percaya, tetapi pemberian nasehat tidak sama dengan konseling. Rasul-rasul dalam surat-suratnya penuh dengan nasehat tetapi pada saat menghadapi masalah konseling ternyata Paulus pun tidak dapat melakukannya (Fil 4:2-3 sehingga meminta bantuan Sunsugos).

 

Jadi, ada perbedaan antara pemberian nasehat dan konseling.

Pemberian Nasehat

  1. Panggilan umum untuk setiap orang Kristen
  2. Dengan prinsip kebenaran umum (sesuai dengan hukum alam kewajaran hidup dan hukum hati nurani) dan khusus (Firman Allah) memperbaiki kelakukan orang (II Tim 3:15-17)
  3. Phenomenological sesuai dengan keluhan orang demi untuk membebaskan dari gangguan masalah

Konseling

  1. Panggilan khusus untuk yang mendapat karunia konseling dan spritual gift.
  2. Prinsip kebenaran firman Tuhan juga perlu meskipun bukan untuk dikatakan dalam bentuk nasehat, karena yang terutama dalam konseling adalah memakai talenta dan spritual gift (Amsal 20:5) membawa client masuk dalam proses membangun hidup sesuai dengan hukum alam / hukum kewajaran hidup, hukum hati nurani, hukum kedewasaan, hukum kesehatan jiwa dan ( kalau ia orang Kristen ) hukum Allah.
  3. Orientasinya Ontological dan Existential karena pelayanan konseling adalah pelayanan untuk menemukan hakekat masalah dan keunikan existensi orang tersebut ( mengapa untuk menghadapi masalah tersebut ia berfikir, merasa dan bersikap demikian ).
  4. Tujuan :  (a) Selft-awareness atas apa yang terjadi dalam hidupnya, mengapa ia bereaksi sedemikian dan menyadari apakah responsenya appropriate. (b) Self Discovery potensi yang ada dalam dirinya sehingga client dapat menyusun strategi of life yang baru dengan potensi tersebut.

 

Konseling tidak sama dengan pemberian nasehat.

Konseling dari Jay E. Adams tidak dapat dipertanggung-jawabkan (semua masalah hidup manusia adalah masalah dosa, dan hanya dapat diselesaikan dengan Firman Tuhan). Benar semua manusia berdosa, dan semua masalah adalah akibat dari kehidupan yang tercemari oleh dosa. Tetapi, apa itu masalah dan apa itu dosa harus dipahami dengan lebih baik.  Manusia dilahirkan dan dibesarkan ditengah lingkungan yang berdosa.  Tidak heran jikalau diluar kemauannya, banyak individu sejak lahir sudah membawa berbagai kelemahan, misalnya, jiwanya restless tidak tenang, gelisah, takut, selalu ragu, berprasangka terhadap individu-individu tipe tertentu, sulit membuang kenangan buruk, merasa rendah diri, kurang berinisiatif, dsb dsb.  Memang sekali lagi itu semua itu adalah manifestasi dari jiwa yang berdosa, tetapi sebenarnya kelemahan dan natur dosa tersebut inevitable sudah hadir sejak kecil dalam jiwanya.  Nah, kemudian, pengalaman-pengalaman hidup yang kurang fair dan tidak sempurna ( mis: lingkungan yang kurang baik ) telah membuat kelemahan-kelemahan tersebut memanifestasikan diri dalam tingkah-laku dan kebiasaan yang tidak baik ( mis: ia suka memenuhi kegelisahan jiwanya dengan tingkah-laku sexual ), sehingga setelah menikah ia oleh karena kondisi hubungan dengan istrinya yang kurang harmonis, telah menyebabkan ia jatuh dalam perjinahan.

Bayangkan jikalau fenomena perjinahan tersebut dibawa konseling pada konselor yang memakai pendekatan Jay Adams ( Nouthentic counseling ).   Pastilah konselor akan melihat masalah tersebut secara fenomenological ( gejala terakhir yang dikeluhkan yaitu perjinahan ).  Ia akan dikonfrontir dengan kebenaran firman Tuhan supaya tidak berjinah lagi.  Kalau ia bertobat dengan sungguh-sungguh dan dapat menyusun strategi kehidupan yang baru, maka bagi saya, itu terjadi oleh karena ia sebenarnya bukan genuine client.  Predisposing factors dalam jiwanya cukup baik, sehingga baca Alkitab atau mendapat teguran lewat khotbahpun individu seperti ini dapat betul-betul bertobat dan berubah.  Genuine client lain daraipada itu, ia adalah client yang meskipun mengenal kebenaran ia tetap tidak berdaya.  Pertobatannya akan berjalan sementara, karena jiwanya terjebak dengan berbagai kelemahan predisposing factors nya sendiri.  Ia perlu ditolong oleh konselor yang professional.  Ia tidak dapat menolong diri sendiri.  Pengenalan kebenaran secara cognitive tidak dengan sendirinya memberikan kepadanya kekuatan untuk memperbaharui dirinya.  Alkitab menyaksikan tentang anak-anak Tuhan yang jatuh bangun dalam kelemahan dan dosa.  Lihat misalnya, Musa yang sudah dididik Tuhan 80 tahun sehingga di Bilangan 12 rasanya ia sudah benar-benar dapat mematikan dosa " kemarahan," ternyata di Bilangan 20 ia jatuh lagi dalam dosa yang sama sampai Tuhan melarang Musa masuk kedalam tanah perjanjian.

Konseling bukanlah pemberian nasehat seperti yang Jay Adams fikirkan.  Konseling justru diperlukan untuk mereka yang meskipun sudah mengenal kebenaran firman Tuhan, tetapi tidak berdaya dengan jerat natur dosanya.

 

Last Updated on Monday, 16 August 2010 06:45
 
Banner
Copyright © 2014 konselingkristen.org. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.